tokoh masyarakat kec. banjar Apresiasi TNI dan Polri atas Pelantikan Presiden yang aman

tokoh masyarakat kec. banjar Apresiasi TNI dan Polri atas Pelantikan Presiden yang aman

Jokowi dan Ma’ruf Amin telah resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019). Pelantikan keduanya yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, berjalan aman dan khidmat.

Tokoh masyarakat kec. banjarpun pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan yang telah mengawal jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Saya ingin ucapakan terima kasih sebesar-besarnya, kepada TNI, Polri, dan BIN yang sudah menjaga keamanan, terutama jelang pelantikan. Kerja keras ini patut diapresiasi,” kata abah rasyim tokoh masyarakat kec. banjar (20/10/2019).

sarbeni berharap dengan telah di lantiknya jokowi-ma’ruf sebagai presiden, mereka dapat bekerja dengan baik dan bisa membawa Indonesia pada kemajuan.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersatupadu membangun Indonesia tanpa adanya kubu 01 atau 02 lagi.

“mari kita bersama-sama membangun negara kita yang kita cintai ini dengan mendukung segala program pemerintah tanpa adanya lagi kubu 01 ataupun 02” tegas abah rasyim.

Pelantikan Presiden Aman, Sekdes Karya utama Apresiasi Kesigapan Polri-TNI

Warga Pandeglang khususnya di kec. Cikedal sangat mengapresiasi masyarakat yang menyikapi perbedaan. Itu terbukti saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpantau damai dan aman. Tentu saja berkat kerjasama antara masyarakat dengan TNI dan Polri.

Sekdes karya utama kec. cikedal mengucapkan terimakasih kepada Polri dan TNI yang menjaga keamanan demi terselenggaranya pelantikan presiden, Minggu (20/10). Dan agenda politik lima tahunan dan rangkaian Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, sukses.

“Saya Mengucapkan Rasa Syukur Alhamdulillah, Bahwa Pelaksanaan Rangkaian Pemilu 2019, Dapat Berjalan Dengan Aman dan Kondusif. Kita Bersyukur Bahwa Republik Indonesia Sudah Mendapatkan Pemimpin Bangsa ke depan, yang dapat Mewujudkan NKRI. Ucapan Terima Kasih Kepada Seluruh Jajaran TNI dan Polri, dalam mengamankan rangkaian pesta demokrasi, dari awal sampai akhir pelaksanaan, yang ditutup dengan Pelantikan Presiden RI yang aman dan Kondusif,” kata Sekdes karya utama, dian herdiana, Selasa (22/10/2019).

Miyadi berharap setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden semua pihak atau komponen masyarakat bersatu kembali. Hal itu agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar.

“Setelah pelantikan Presiden dan Wapres usai dilaksanakan, kami mengajak semua pihak atau komponen masyarakat untuk bersatu kembali. Ini agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkas dian.

Pelantikan Presiden Lancar, tokoh masyarakat Pandeglang Apresiasi TNI dan Polri

Jokowi dan Ma’ruf Amin telah resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019). Pelantikan keduanya yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, berjalan aman dan khidmat.

Tokoh masyarakat pandeglangpun pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan yang telah mengawal jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Saya ingin ucapakan terima kasih sebesar-besarnya, kepada TNI, Polri, dan BIN yang sudah menjaga keamanan, terutama jelang pelantikan. Kerja keras ini patut diapresiasi,” kata sarbeni tokoh masyarakat di desa kadubelang kec. banjar (20/10/2019).

sarbeni berharap dengan telah di lantiknya jokowi-ma’ruf sebagai presiden, mereka dapat bekerja dengan baik dan bisa membawa Indonesia pada kemajuan.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersatupadu membangun Indonesia tanpa adanya kubu 01 atau 02 lagi.

“mari kita bersama-sama membangun negara kita yang kita cintai ini dengan mendukung segala program pemerintah tanpa adanya lagi kubu 01 ataupun 02” tegas sarbeni.

Pelantikan Presiden Lancar, Ketua MUI Kec. Banjar Apresiasi TNI dan Polri

Jokowi dan Ma’ruf Amin telah resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019). Pelantikan keduanya yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, berjalan aman dan khidmat.
Ketua MUI Kec. Banjarpun pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan yang telah mengawal jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden.
“Saya ingin ucapakan terima kasih sebesar-besarnya, kepada TNI, Polri, dan BIN yang sudah menjaga keamanan, terutama jelang pelantikan. Kerja keras ini patut diapresiasi,” kata Ust Muhamad Mulyadi (20/10/2019).
Ustad M. Mulyadi berharap dengan telah di lantiknya jokowi-ma’ruf sebagai presiden, mereka dapat bekerja dengan baik dan bisa membawa Indonesia pada kemajuan.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersatupadu membangun Indonesia tanpa adanya kubu 01 atau 02 lagi.
“mari kita bersama-sama membangun negara kita yang kita cintai ini dengan mendukung segala program pemerintah tanpa adanya lagi kubu 01 ataupun 02” tegas Ustd. M. Mulyadi.

Pelantikan Presiden Aman, Camat Mandalawangi Apresiasi Kesigapan Polri-TNI

Warga Pandeglang khususnya di kec. Mandalawangi sangat mengapresiasi masyarakat yang menyikapi perbedaan. Itu terbukti saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpantau damai dan aman. Tentu saja berkat kerjasama antara masyarakat dengan TNI dan Polri.
Camat Mandalawangi mengucapkan terima kasi kepada Polri dan TNI yang menjaga keamanan demi terselenggaranya pelantikan presiden, Minggu (20/10). Dan agenda politik lima tahunan dan rangkaian Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, sukses.
“Saya Mengucapkan Rasa Syukur Alhamdulillah, Bahwa Pelaksanaan Rangkaian Pemilu 2019, Dapat Berjalan Dengan Aman dan Kondusif. Kita Bersyukur Bahwa Republik Indonesia Sudah Mendapatkan Pemimpin Bangsa ke depan, yang dapat Mewujudkan NKRI. Ucapan Terima Kasih Kepada Seluruh Jajaran TNI dan Polri, dalam mengamankan rangkaian pesta demokrasi, dari awal sampai akhir pelaksanaan, yang ditutup dengan Pelantikan Presiden RI yang aman dan Kondusif,” kata Camat Mandalawangi, Entus Bakti SH,MM, Senin (21/10/2019).
Miyadi berharap setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden semua pihak atau komponen masyarakat bersatu kembali. Hal itu agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar.
“Setelah pelantikan Presiden dan Wapres usai dilaksanakan, kami mengajak semua pihak atau komponen masyarakat untuk bersatu kembali. Ini agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkas Entus Bakti SH,MM.

Lagi-Lagi Polres Pandeglang, Amankan Pelaku Penjual Obat-Obatan Terlarang

Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja pelaku kasus Tindak Pidana penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu 02 Oktober 2019, pukul 01.00 Wib.
Kasatres Narkoba AKP David kepada awak media, Kamis 03 Oktober 2019, membenarkan ungkap kasus Tindak Pidana Narkotika
Sesuai dengan laporan polisi Nomor. : LP / 170 / X / RES.4.2 / Resnarkoba Tanggal : 02 Oktober 2019..
” Bedasarkan informasi dari masyarakat ada transaksi obat-obatan terlarang, Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja IY (25) Tahun, pelaku Tindak Pidana Narkoba sengaja mengedarkan obat-obatan terlarang warga Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang,” Katanya.
Selanjutnya, tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah sepatu warna hitam bermerk adidas yang di dalamnya terdapat 7 (tujuh) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 15 (limabelas) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 5 (lima) butir, dan 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 3 (tiga) butir dengan jumlah keseluruhan 93 (sembilan puluh tiga) butir obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER), 1 (satu) bungkus plastic kantong warna hitam yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 3 (tiga) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 2 (dua) butir, dengan jumlah keseluruhan 35 butir obat merk Tramadol HCI dan 8 (delapan) lempeng obat merk Trihexyphendidyl dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk ditamabah dengan isi 2 (dua) butir dan 1 (satu) lempeng obat, dengan isi 1 (satu) butir dengan jumlah keseluruhan 83 (delapan puluh tiga) butir obat merk yang sama.
” Hasil interogasi tersangka, BB tersebut diakui adalah miliknya Kemudian hasil penjualan saat pemriksaan sebanyak Rp.450.000.-(empat ratus lima puluh ribu rupiah), Untuk proses penyidikan lebih lanjut kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang,” Ujarnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amastono, membenarkan adanya ungkap kasus penyalahgunaan Obat terlarang, untuk tersangka akan kita kenakan pasal tentang penyalahgunaan obat-obatan sebagaimana di atur dalam pasal 196;Jo 197 UU No 36 Thn 2009
” Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” Ujarnya.
AKBP Indra juga mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan. Ia menegaskan, pihak Kepolisian tidak main – main dalam hal pemberantasan dan peredaran obat-obatan terlarang.
” Sayangi diri kita. Ingat, narkoba hanya akan merusak masa depan dan juga membunuhmu. No narkoba, yes prestasi,” Pungkasnya.

Dalam Satu Bulan Polres Pandeglang Ungkap 16 Perkara Tindak Pidana

Polres Pandeglang mengungkap 12 perkara tindak pidana penyalahgunaan narkoba, pencabulan dan pemerkosaan, serta tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, Senin 7 Oktober 2019).
Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan belasan tersangka dari berbagai macam kasus dan tindak pidana, hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas masyarakat Kabupaten Pandeglang.
” Di sini Polres Pandeglang berhasil mengungkap 12 perkara, di mana tersangkanya sebanyak 15 orang kasus penyalahguanan Obat-Obatan terlarang. Dengan barang bukti bermacam-macam, mulai dari narkotika, narkoba, dan obat-obatan, serta miras di beberapa Daerah yang ada di Kabupaten Pandeglang,” kata AKBP Indra.
AKBP Indra mengungkapkan, sesuai dengan kewenangan Sat Narkoba untuk melakukan pengungkapan, pihaknya berhasil mengamankan puluhan kilogram narkoba, ratusan gram ganja, dan ratusan ribu pil ekstasi.
” Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, untuk narkoba sebanyak 21,39 gram, untuk ganja seberat 149,26 gram, dan untuk obat obatan ada 385,962 butir terdiri dari berbagai macam obat seperti Heximer, tramadol, Trihexypenlidyl, dan tablet polos, Miras kurang lebih 500 Botol,” ujarnya.
Dari belasan tersangka tersebut, kata Indra, akan dilakukan penindakan lanjutan kasus dan pengembangan.
” Saat ini telah kita lakukan penahanan, untuk kita tindak lanjuti kepada proses selanjutnya, dan akan terus kita kembangkan untuk mengejar bandar yang lebih besar” ujarnya.
Masih kata Indra, dirinya akan mengungkap semua kasus obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan memberantas habis pelaku penyalahgunaan Narkoba.
” Yang menjadi konsen kami, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah banyak beredar obat-obatan yang tentunya dapat merusak, otak generasi muda kita di Pandeglang. kami berjanji akan berantas sampai titik nol, tidak ada ampun bagi mereka penyalahguna Narkoba semuanya akan kita berantas, karena inilah awal dari kejahatan,” tuturnya.
Kasat Narkoba AKP David, Para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut, dengan latar belakang dan modus yang berbeda-beda, bahkan, ada yang bertindak menjadi penjual obat, penjaga toko, bahkan da yang berperan sebagai Bos.
” Ada yang menjaga apotek, ada juga yang menjadi pengedar. rata-rata dari mereka berkamuflase menjadi penjual obat, bandarnya pun sudah kita amankan, dan terus akan kita kembangkan sampai ke bos besarnya,” katanya.
Selain Penyalahgunaan narkoba, Polres Pandeglang juga melakukan ungkap kasus pemerkosaan dan pencabulan, yang mengakibatkan masyarakat resah.
” Ini yang menjadi perhatian dari masyarakat Pandeglang, dan membuat masyarakat resah dengan adanya orang-orang yang melakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan,” katanya.
Pengukapan kasus ini hasil laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana pemerkosaan.
” Ini kami terima laporan dari masyarakat, dan kami lakukan upaya penyelidikan dan kami berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pencabulan,” ucapnya.
Menurutnya, motif yang dilakukan pelaku tersebut dengan cara mengajak ke tempat yang gelap, selain itu juga diberikan sedikit ancaman.
“Adapun motifnya, mereka mengimingi korban atau mengajak ke tempat yang sepi, dan kemudian dilakukan pemerkosaan adapun tindak pidana sejenis telah kita lakukan upaya untuk mencari pelaku,” AKBP Indra
Kasat Reskrim AKP DP Ambarita menambahkan, Selain melakukan ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan pemerkosaan, Polres Pandeglang juga menyerahkan dua unit kendaraan yang menjadi korban curanmor.
” Hari ini kita serahkan Dua Unit Kendaraan roda dua yang di curi tersangka, kita serahkan kepada pemiliknya, dan tersangka sudah kita jebloskan kedalam jeruji besi,” Ucap Ambarita.

Puluhan Pelajar diamankan Polres Pandeglang

Puluhan siswa dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Pandeglang diamankan Polres Pandeglang, karena diduga akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demontrasi.
Puluhan siswa tersebut, yang terdiri dari berbagai sekolah berjumlah 50 siswa, adapun asal sekolahnya dari, SMK I Negeri Ckande ( 1 orang ), SMK Walisongo, ( 5 orang ), SMAN 12 Pandeglang ( 2 Orang )
MAN 1 Pandeglang ( 2 Orang ), SMK Banten Raya, ( 2 Orang ), SMK Mathla’un Nawakartika, ( 1 orang )
SMKN 4 Pandeglang ( 6 orang ), SMKN 2 Pandeglang ( 14 orang ) dan SMKN 7 Pandeglang ( 11 orang ), keberangkatan anak-anak pelajar dengan cara membajak mobil milik KONI Provinsi Banten di Daerah Cigadung. Senin 30 September 2019.
Berdasarkan pengakuan sopir Bus KONI Provinsi Banten, Nurrohman, dirinya usai mengantarkan para atlet Taekwondo yang sudah bertanding di Tangerang, namun saat hendak pulang sehabis mengantarkan atlet, para siswa tersebut membajak mobil yang dibawanya.
” Tidak tahu saya dapat musibah seperti ini, jadi saya itu kan sudah mengantarkan para atlet Pandeglang, pas mau pulang ke Serang saya dibajak di Cigadung sama anak-anak SMA itu, jadi bukan saya yang mengakomodir,” ucapnya kepada Media ini.
Ia menambahkan, para siswa yang membajak mobilnya tersebut mengancam, namun para siswa akan memberikan ongkos apabila dirinya mempersilahkan membawanya ke Palima.
” Mereka itu bilangnya ikut ke Palima, saya juga mau dilempar pakai batu kalau tidak diajak, karena saya cari aman makanya saya ajak saja, adapun mereka mendapatkan makanan atau minum, itu mungkin ada di dalam Bus sisa para atlet,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan keberangkatan para siswa yang hendak mengikuti aksi demontrasi penolakan RUU KUHP ke Jakarta, karena sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi akan ada siswa yang mengikuti demontrasi ke Jakarta.
” Tadi pagi saya sudah kordinasi dengan para Kapolsek untuk mendatangi sekolah-sekolah, karena kami mendapat informasi akan ada siswa yang berangkat ikut demonstrasi ke Jakarta, adapun mereka menggunakan mobil KONI itu dibajak,” ucapnya.
Kapolres mengaskan dan menghimbau, agar kepada para siswa jangan sampai mudah terprofokasi, mereka adalah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
” Saya menghimbau kepada semua elemen masyarakat agar memberikan arahan kepada anak-anaknya jangan terprofokasi dengan isu-isu yang ga jelas, juga kepada Kepala Sekolah dan dewan Guru agar memantau dan memberikan pengertian kepada siswanya, supaya jangan ikut ikutan demontrasi, karena akan membahayakan mereka juga, kalau misalkan datang ke Jakarta dan ikut demo terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang rugi kan mereka juga, maka belajar yang baik pikirkan masa depan, mereka ini adalah generasi bangsa, yang akan menjadi penerus Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” Tegasnya.
Usai di berikan pengarahan para siswa di suruh menghubungi keluarganya dan pihak Polres menghubungi pihak Sekolah untuk menjemput para siswa tersebut.

PC PMII Pandeglang Audensi Dengan Kapolres Pandeglang

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PC PMII Pandeglang ) yang di Ketua Yandi Isnendi, melakukan audensi dengan Polres Pandeglang dengan Grand Issue “Menolak Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa, Cegah Hoax, Dan Meminta POLRI Untuk Segera Menindak Serta Mengusut Tuntas Pelaku Penembakan” PC PMII diterima langsung oleh Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono didampingi Wakpolres Kompol Heri Wahyu Mandung, Kabag Ops Kompol Andi Suwandi Kabag Sumda Kompol Ansori dan Kasat Intelkam AKP Sutoyo, serta Tokoh Agama Ustd Reza.
Yandi Isnendi ( Ketua PC PMII Kabupaten Pandeglang menyampaikan, Menyikapi kejadian bentrokan yang terjadi pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa rekan – rekan mahasiswa yang diselenggarakan diberbagai Daerah, bahkan sampai terjadi korban jiwa dari rekan kader PMII di Sulawesi Tenggara.
” Kami dari PC PMII Kabupaten Pandeglang mengharapkan klarifikasi serta arahan dari Kapolres Pandeglang. Kami juga sekalian melaksanakan silaturahmi dan memperkenalkan diri sebagai pengurus PC PMII Pandeglang yang baru,” Ungkapnya Senin 30 September 2019.
Terimakasih atas kedatangan rekan – rekan mahasiswa di Polres Pandeglang, saya sangat mengapresiasi rekan – rekan yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara yang elegan dan rekan – rekan masih peduli dengan kejadian yang terjadi pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa di beberapa Daerah.
” Saya apresiasi sekali rekan-rekan PC PMII yang sudah datang dan menyampaikan aspirasinya dengan elegan, ini yang saya harapkan, ketika ada persoalan duduk bareng, terkait kejadian yang menimpa rekan mahasiswa di Sulawesi Tenggara. Sampai saat ini Polda Sulawesi Tenggara beserta Tim dari Mabes Polri sedang melaksanakan investigasi untuk mencari tahu siapa pelaku yang melakukan penembakan terhadap rekan mahasiswa tersebut,” Papar AKBP Indra Lutrianto Amstoni usai menerima audensi.
Masih Kata Indra, Kita tunggu hasil investigasi dari tim yang sudah dibentuk, semoga cepat terungkap pelakunya, kita tidak bisa berandai-andai atau menerka-nerka siapa pelakunya.
” Yang terpenting saat ini kita harus mendo’akan rekan kita yang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa di Sulawesi Tenggara tersebut, semoga khusnul khotimah, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada pengurus PC PMII yang sudah datang dan silaturahmi, mereka juga sekalian memperkenalkan diri bahwa mereka adalah pengurus PC PMII Kabupaten Pandeglang yang baru ,” Ucap Kapolres
Dia juga mengajak kepada mahasiswa, setelah selesai diskusi untuk melaksanakan shalat ghaib untuk mendo’akan rekan mahasiswa yang meninggal dunia tersebut.
” Saya berpesan kepada rekan – rekan agar benar – benar memahami RUU yang sedang dibahas, jangan sampai menyimpulkan sendiri. Karena sampai saat ini banyak beredar di media sosial terkait penggalan pasal – pasal yang berada di RUU, sehingga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat,” Pungkasnya.

Dua Pelaku Sepesialis Pencurian Ranmor Diringkus Sat Reskrim Polres Pandeglang

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pandeglang berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian Kendaraan Bermotor (Ranmor), dengan pemberatan. Sebagaimana di maksud dalam pasal 363 KUHP.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP DP Ambarita mengatakan, berdasarkan Laporan LP / 36 / IX / 2019 / Banten / Res Pandeglang / Sek. Pandeglang tanggal 25 September 2019, yang di ketahui kejadia pada hari Senin tanggal 23 September 2019 sekitar jam 22.15 wib lokasi pencurian di terminal Kadubanen Kelurahan Kabayan Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
” Kita tidak butuh waktu lama untuk meringkus Dua tersangka ini, tersangka yang berhasil kita ringkus berinisial (AIF) 42 Tahun
Warga Desa Kadubale, kecamatan Banjar Pandeglang. Yang satu lagi berinisial (MAR) 32 Tahun warga Desa Kadomas kecamata Pandeglang, kedua tersangka kita tangkap ditempat yang berbeda yaitu dirumahnya dan dijalan,” Ungkap Ambarita.
Lanjut Ambarita, barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit kendaraan R2 merk Yamaha Vino warna hitam, 1 ( satu) lembar STNK kendaraan R2 merk Yamaha Fino sporty Fi, warana hijau dengan no polisi : A-3621-JH, no ka : MH3SE88DOJJ35162 nosin: E3R2E-2275658, 124 CC tahun 2018. STNK atas nama NURLELA Kampung Sindang Adi Pati RT 03/03 Kadomas Kecamatan Pandeglang. 1 (satu) buah Kunci Kontak Motor Fino, 1 (satu) buah Hp Nokia warna Hitam abu-abu milik TSK. dan 1 (satu) buah Hp Nokia warna Hitam biru milik TSK.
” Kedua tersangka dan barang bukti kita gelandang Mapolres Pandeglang untuk di lakukan proses selanjutnya,” Ungkapnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono. membenarkan adanya pengungkapan kasus Pencurian Ranomor diwilayah Hukum Polres Pandeglang, setelah mendapatkan laporan dari korban. Anggota Sat Reskirm yang di Pimpin langusng oleh Kasat Reskrim AKP Ambarita dan anggota langsung melakukan penangkapan.
” Tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap Tersangka atasnama (AIF) ditangkap pada hari Sabtu tanggal 28 september 2019, jam 22. 40 wib diwilayah Tenjolaya kelurahan Kabayan kecamatan pandeglang tepatnya dijalan raya ketika tersangka mau melakukan transaksi kendaraan hasil curian tersebut, namun Tersangka (MAR) ditangkap pada hari Sabtu tanggal 29 September 2019 jam 04.30 wib, dirumah tersangka wilayah Kadomas. Kecamatan Pandeglang,” Papar AKBP Indra.
Ia menjelaskan, pelaku melakukan pencurian tersebut menggunakan kunci palsu atau kunci leter T, Dengan cara merusak kunci kontak kendaraan tersebut.
” Paratersangka ini bisa di katakan sudah ahli dalam mencuri kendaraan bermotor hususnya Roda Dua, mereka begitu cepat dengan merusak kunci kontak Motor, kita akan kembangkan siapatahu ada tersangka baru dalam kasus ini, sementara baru Dua orang ini yang kita amankan, kami Polres Pandeglang akan sikat habis para pelaku kriminal yang berani beraksi di wilayah Hukum Polres Pandeglang,” Tegasnya.