Syarat Dokumen untuk Mengurus Surat Kehilangan di Kantor Polisi

Syarat Dokumen untuk Mengurus Surat Kehilangan di Kantor Polisi

Polres Pandeglang – Cara mengurus surat kehilangan perlu diketahui bagi Anda yang ingin membuat Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK) di kepolisian. Proses penerbitan SKTLK hanya membutuhkan waktu 5-10 menit. Pembuatan SKTLK merupakan tugas kepolisian daerah, kepolisian resort, dan kepolisian sektor. Ini merujuk pada ketentuan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Pada Tingkat Kepolisian Resort Dan Kepolisian Sektor (“Perkapolri 23/2010”).

Cara Mengurus Surat Kehilangan

Dikutip dari Polres Pandeglang, pembuatan surat kehilangan pun tak dipungut biaya. Anda hanya perlu melengkapi persyaratan dan dokumen penunjang.

Syarat yang harus dilengkapi mencakup:
1. Membawa identitas diri Pelapor;
2. Menyiapkan data yang dilaporkan;
3. Foto copy dokumen pendukung atau Surat keterangan yang dilaporkan antara lain:

– Untuk sertifikat tanah melampirkan foto copy sertifikat atau pengantar dari BPN dan Pemerintah Desa Setempat;
– Untuk ijazah melampirkan Surat pengantar dari Dinas terkait / sekolah yang mengeluarkan ijazah;
– Untuk buku rekening / tabungan / ATM melampirkan surat pengantar dari Bank yang mengeluarkan;
– Untuk BPKB melampirkan fotocopy KTP atas nama di BPKB dan STNK;
– Untuk KTP / Kartu Keluarga melampirkan surat pengantar dari Pemerintah Desa setempat.

Setelah selesai mempersiapkan berkas-berkas pendukung, selanjutnya adalah:

1. Datang ke kantor kepolisian terdekat, lalu masuk ke bagian Pengaduan Masyarakat dengan mengambil nomor panggilan
2. Setelah itu jelaskan apa saja yang hilang dan ikuti peraturan atau tata cara yang diberikan oleh pihak kepolisian setempat.

Syarat Perpanjang SKCK dan Prosedur Manual untuk Perpanjangannya

Polres Pandeglang – Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menjadi berkas yang banyak diperlukan dalam urusan administrasi, seperti melamar kerja, daftar CPNS dan sebagainya. Maka dari itu pengetahuan soal syarat perpanjang SKCK perlu kalian diketahui.

Begitu juga bagi Anda yang sudah pernah membuat SKCK, ada baiknya Anda paham apa saja syarat perpanjang SKCK. Apalagi mengingat, masa berlaku SKCK yang diberikan hanya 6 bulan.

Jika memang masih diperlukan setelah lewat masa berlakunya, SKCK bisa diperpanjang dengan memenuhi syarat yang diberikan.

Lagi-Lagi Polres Pandeglang, Amankan Pelaku Penjual Obat-Obatan Terlarang

Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja pelaku kasus Tindak Pidana penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu 02 Oktober 2019, pukul 01.00 Wib.
Kasatres Narkoba AKP David kepada awak media, Kamis 03 Oktober 2019, membenarkan ungkap kasus Tindak Pidana Narkotika
Sesuai dengan laporan polisi Nomor. : LP / 170 / X / RES.4.2 / Resnarkoba Tanggal : 02 Oktober 2019..
” Bedasarkan informasi dari masyarakat ada transaksi obat-obatan terlarang, Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja IY (25) Tahun, pelaku Tindak Pidana Narkoba sengaja mengedarkan obat-obatan terlarang warga Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang,” Katanya.
Selanjutnya, tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah sepatu warna hitam bermerk adidas yang di dalamnya terdapat 7 (tujuh) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 15 (limabelas) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 5 (lima) butir, dan 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 3 (tiga) butir dengan jumlah keseluruhan 93 (sembilan puluh tiga) butir obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER), 1 (satu) bungkus plastic kantong warna hitam yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 3 (tiga) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 2 (dua) butir, dengan jumlah keseluruhan 35 butir obat merk Tramadol HCI dan 8 (delapan) lempeng obat merk Trihexyphendidyl dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk ditamabah dengan isi 2 (dua) butir dan 1 (satu) lempeng obat, dengan isi 1 (satu) butir dengan jumlah keseluruhan 83 (delapan puluh tiga) butir obat merk yang sama.
” Hasil interogasi tersangka, BB tersebut diakui adalah miliknya Kemudian hasil penjualan saat pemriksaan sebanyak Rp.450.000.-(empat ratus lima puluh ribu rupiah), Untuk proses penyidikan lebih lanjut kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang,” Ujarnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amastono, membenarkan adanya ungkap kasus penyalahgunaan Obat terlarang, untuk tersangka akan kita kenakan pasal tentang penyalahgunaan obat-obatan sebagaimana di atur dalam pasal 196;Jo 197 UU No 36 Thn 2009
” Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” Ujarnya.
AKBP Indra juga mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan. Ia menegaskan, pihak Kepolisian tidak main – main dalam hal pemberantasan dan peredaran obat-obatan terlarang.
” Sayangi diri kita. Ingat, narkoba hanya akan merusak masa depan dan juga membunuhmu. No narkoba, yes prestasi,” Pungkasnya.

Dalam Satu Bulan Polres Pandeglang Ungkap 16 Perkara Tindak Pidana

Polres Pandeglang mengungkap 12 perkara tindak pidana penyalahgunaan narkoba, pencabulan dan pemerkosaan, serta tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, Senin 7 Oktober 2019).
Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan belasan tersangka dari berbagai macam kasus dan tindak pidana, hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas masyarakat Kabupaten Pandeglang.
” Di sini Polres Pandeglang berhasil mengungkap 12 perkara, di mana tersangkanya sebanyak 15 orang kasus penyalahguanan Obat-Obatan terlarang. Dengan barang bukti bermacam-macam, mulai dari narkotika, narkoba, dan obat-obatan, serta miras di beberapa Daerah yang ada di Kabupaten Pandeglang,” kata AKBP Indra.
AKBP Indra mengungkapkan, sesuai dengan kewenangan Sat Narkoba untuk melakukan pengungkapan, pihaknya berhasil mengamankan puluhan kilogram narkoba, ratusan gram ganja, dan ratusan ribu pil ekstasi.
” Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, untuk narkoba sebanyak 21,39 gram, untuk ganja seberat 149,26 gram, dan untuk obat obatan ada 385,962 butir terdiri dari berbagai macam obat seperti Heximer, tramadol, Trihexypenlidyl, dan tablet polos, Miras kurang lebih 500 Botol,” ujarnya.
Dari belasan tersangka tersebut, kata Indra, akan dilakukan penindakan lanjutan kasus dan pengembangan.
” Saat ini telah kita lakukan penahanan, untuk kita tindak lanjuti kepada proses selanjutnya, dan akan terus kita kembangkan untuk mengejar bandar yang lebih besar” ujarnya.
Masih kata Indra, dirinya akan mengungkap semua kasus obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan memberantas habis pelaku penyalahgunaan Narkoba.
” Yang menjadi konsen kami, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah banyak beredar obat-obatan yang tentunya dapat merusak, otak generasi muda kita di Pandeglang. kami berjanji akan berantas sampai titik nol, tidak ada ampun bagi mereka penyalahguna Narkoba semuanya akan kita berantas, karena inilah awal dari kejahatan,” tuturnya.
Kasat Narkoba AKP David, Para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut, dengan latar belakang dan modus yang berbeda-beda, bahkan, ada yang bertindak menjadi penjual obat, penjaga toko, bahkan da yang berperan sebagai Bos.
” Ada yang menjaga apotek, ada juga yang menjadi pengedar. rata-rata dari mereka berkamuflase menjadi penjual obat, bandarnya pun sudah kita amankan, dan terus akan kita kembangkan sampai ke bos besarnya,” katanya.
Selain Penyalahgunaan narkoba, Polres Pandeglang juga melakukan ungkap kasus pemerkosaan dan pencabulan, yang mengakibatkan masyarakat resah.
” Ini yang menjadi perhatian dari masyarakat Pandeglang, dan membuat masyarakat resah dengan adanya orang-orang yang melakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan,” katanya.
Pengukapan kasus ini hasil laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana pemerkosaan.
” Ini kami terima laporan dari masyarakat, dan kami lakukan upaya penyelidikan dan kami berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pencabulan,” ucapnya.
Menurutnya, motif yang dilakukan pelaku tersebut dengan cara mengajak ke tempat yang gelap, selain itu juga diberikan sedikit ancaman.
“Adapun motifnya, mereka mengimingi korban atau mengajak ke tempat yang sepi, dan kemudian dilakukan pemerkosaan adapun tindak pidana sejenis telah kita lakukan upaya untuk mencari pelaku,” AKBP Indra
Kasat Reskrim AKP DP Ambarita menambahkan, Selain melakukan ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan pemerkosaan, Polres Pandeglang juga menyerahkan dua unit kendaraan yang menjadi korban curanmor.
” Hari ini kita serahkan Dua Unit Kendaraan roda dua yang di curi tersangka, kita serahkan kepada pemiliknya, dan tersangka sudah kita jebloskan kedalam jeruji besi,” Ucap Ambarita.

Ungkapkan rasa syukur pada hari bhayangkara ke-73, Polres pandeglang Bersihkan Lingkungan Tempat Ibadah

Dalam rangka perayaan hari Bhayangkara ke 73, personil Polres Pandeglang beserta polsek jajarannya kompak melaksanakan bakti religi dengan membersihkan lingkungan tempat ibadah di wilayahnya masing-masing.
 
Tempat ibadah yang dibersihkan oleh Personil Polres Pandeglang sendiri yakni di Masjid Agung Pandeglang. Polisi yang biasanya terlihat tegas dalam bertugaspun terlihat sangat telaten membersihkan tempat ibadah, mulai dari membersihkan halaman mesjid, kamar mandi dan membersihkan karpet untuk shalat jumat.
“Bakti sosial ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antara polri dengan umat beragama. Mudah mudahan dengan bakti sosial ini dapat menjalin sinergitas antara kita dengan tokoh agama maupun para Jemaah di tempat ibadah tersebut” kata Kapolres Pandegang Polda Banten AKBP Indra Lutrianto.
Selain jajaran Personil Polres Pandeglang, bakti sosial dengan membersihkan tempat ibadah ini juga dilakukan jajaran polsek dengan membersihkan tempat ibadah yang ada di wilayah hukum masing-masing. Selain demi menjalin sinergitas dengan tokoh agama, kegiatan ini pula di laksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh jemaah yang akan melaksanakan shalat jumat.
“Selain di mesjid agung pandeglang ini,Polsek jajaran kamipun melaksanakan bakti religi ini di wilayahnya masing-masing” tutup Kapolres Pandeglang.