Lagi-Lagi Polres Pandeglang, Amankan Pelaku Penjual Obat-Obatan Terlarang

Lagi-Lagi Polres Pandeglang, Amankan Pelaku Penjual Obat-Obatan Terlarang

Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja pelaku kasus Tindak Pidana penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu 02 Oktober 2019, pukul 01.00 Wib.
Kasatres Narkoba AKP David kepada awak media, Kamis 03 Oktober 2019, membenarkan ungkap kasus Tindak Pidana Narkotika
Sesuai dengan laporan polisi Nomor. : LP / 170 / X / RES.4.2 / Resnarkoba Tanggal : 02 Oktober 2019..
” Bedasarkan informasi dari masyarakat ada transaksi obat-obatan terlarang, Satresnarkoba Polres Pandeglang Polda Banten berhasil mengamankan seorang Remaja IY (25) Tahun, pelaku Tindak Pidana Narkoba sengaja mengedarkan obat-obatan terlarang warga Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang,” Katanya.
Selanjutnya, tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah sepatu warna hitam bermerk adidas yang di dalamnya terdapat 7 (tujuh) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskaan mf (HEXYMER) dengan isi 15 (limabelas) butir, 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 5 (lima) butir, dan 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER) dengan isi 3 (tiga) butir dengan jumlah keseluruhan 93 (sembilan puluh tiga) butir obat warna kuning bertuliskan mf (HEXYMER), 1 (satu) bungkus plastic kantong warna hitam yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 3 (tiga) butir, 1 (satu) lempeng obat merk Tramadol HCI dengan isi 2 (dua) butir, dengan jumlah keseluruhan 35 butir obat merk Tramadol HCI dan 8 (delapan) lempeng obat merk Trihexyphendidyl dengan isi 10 (sepuluh) butir, 1 (satu) lempeng obat merk ditamabah dengan isi 2 (dua) butir dan 1 (satu) lempeng obat, dengan isi 1 (satu) butir dengan jumlah keseluruhan 83 (delapan puluh tiga) butir obat merk yang sama.
” Hasil interogasi tersangka, BB tersebut diakui adalah miliknya Kemudian hasil penjualan saat pemriksaan sebanyak Rp.450.000.-(empat ratus lima puluh ribu rupiah), Untuk proses penyidikan lebih lanjut kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang,” Ujarnya.
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amastono, membenarkan adanya ungkap kasus penyalahgunaan Obat terlarang, untuk tersangka akan kita kenakan pasal tentang penyalahgunaan obat-obatan sebagaimana di atur dalam pasal 196;Jo 197 UU No 36 Thn 2009
” Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” Ujarnya.
AKBP Indra juga mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak melakukan tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan. Ia menegaskan, pihak Kepolisian tidak main – main dalam hal pemberantasan dan peredaran obat-obatan terlarang.
” Sayangi diri kita. Ingat, narkoba hanya akan merusak masa depan dan juga membunuhmu. No narkoba, yes prestasi,” Pungkasnya.

Dalam Satu Bulan Polres Pandeglang Ungkap 16 Perkara Tindak Pidana

Polres Pandeglang mengungkap 12 perkara tindak pidana penyalahgunaan narkoba, pencabulan dan pemerkosaan, serta tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, Senin 7 Oktober 2019).
Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono menuturkan, pihaknya berhasil mengamankan belasan tersangka dari berbagai macam kasus dan tindak pidana, hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas masyarakat Kabupaten Pandeglang.
” Di sini Polres Pandeglang berhasil mengungkap 12 perkara, di mana tersangkanya sebanyak 15 orang kasus penyalahguanan Obat-Obatan terlarang. Dengan barang bukti bermacam-macam, mulai dari narkotika, narkoba, dan obat-obatan, serta miras di beberapa Daerah yang ada di Kabupaten Pandeglang,” kata AKBP Indra.
AKBP Indra mengungkapkan, sesuai dengan kewenangan Sat Narkoba untuk melakukan pengungkapan, pihaknya berhasil mengamankan puluhan kilogram narkoba, ratusan gram ganja, dan ratusan ribu pil ekstasi.
” Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, untuk narkoba sebanyak 21,39 gram, untuk ganja seberat 149,26 gram, dan untuk obat obatan ada 385,962 butir terdiri dari berbagai macam obat seperti Heximer, tramadol, Trihexypenlidyl, dan tablet polos, Miras kurang lebih 500 Botol,” ujarnya.
Dari belasan tersangka tersebut, kata Indra, akan dilakukan penindakan lanjutan kasus dan pengembangan.
” Saat ini telah kita lakukan penahanan, untuk kita tindak lanjuti kepada proses selanjutnya, dan akan terus kita kembangkan untuk mengejar bandar yang lebih besar” ujarnya.
Masih kata Indra, dirinya akan mengungkap semua kasus obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan memberantas habis pelaku penyalahgunaan Narkoba.
” Yang menjadi konsen kami, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah banyak beredar obat-obatan yang tentunya dapat merusak, otak generasi muda kita di Pandeglang. kami berjanji akan berantas sampai titik nol, tidak ada ampun bagi mereka penyalahguna Narkoba semuanya akan kita berantas, karena inilah awal dari kejahatan,” tuturnya.
Kasat Narkoba AKP David, Para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut, dengan latar belakang dan modus yang berbeda-beda, bahkan, ada yang bertindak menjadi penjual obat, penjaga toko, bahkan da yang berperan sebagai Bos.
” Ada yang menjaga apotek, ada juga yang menjadi pengedar. rata-rata dari mereka berkamuflase menjadi penjual obat, bandarnya pun sudah kita amankan, dan terus akan kita kembangkan sampai ke bos besarnya,” katanya.
Selain Penyalahgunaan narkoba, Polres Pandeglang juga melakukan ungkap kasus pemerkosaan dan pencabulan, yang mengakibatkan masyarakat resah.
” Ini yang menjadi perhatian dari masyarakat Pandeglang, dan membuat masyarakat resah dengan adanya orang-orang yang melakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan,” katanya.
Pengukapan kasus ini hasil laporan dari masyarakat terkait adanya tindak pidana pemerkosaan.
” Ini kami terima laporan dari masyarakat, dan kami lakukan upaya penyelidikan dan kami berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pencabulan,” ucapnya.
Menurutnya, motif yang dilakukan pelaku tersebut dengan cara mengajak ke tempat yang gelap, selain itu juga diberikan sedikit ancaman.
“Adapun motifnya, mereka mengimingi korban atau mengajak ke tempat yang sepi, dan kemudian dilakukan pemerkosaan adapun tindak pidana sejenis telah kita lakukan upaya untuk mencari pelaku,” AKBP Indra
Kasat Reskrim AKP DP Ambarita menambahkan, Selain melakukan ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan pemerkosaan, Polres Pandeglang juga menyerahkan dua unit kendaraan yang menjadi korban curanmor.
” Hari ini kita serahkan Dua Unit Kendaraan roda dua yang di curi tersangka, kita serahkan kepada pemiliknya, dan tersangka sudah kita jebloskan kedalam jeruji besi,” Ucap Ambarita.

Puluhan Kendaraan Roda Dua Terjaring Rajia Ops Patuh Kalimaya 2019

Hari pertama operasi patuh kalimaya digelar Polres Pandeglang Polda Banten pada kamis 29/08/2019 di Jalan Raya Pandeglang – Labuan tepatnya di Depan Mako Polsek Cimanuk Polres Pandeglang.
Setidaknya ada 80 pengendara yang diberikan sanksi dalam kegiatan itu yang terdiri dari 11 sanksi tilang SIM, 58 sanksi tilang STNK dan 11 sanksi tilang kendaraan bermotor atau yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.
Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono yang memimpin langsung operasi menjelaskan, inti dari kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib berlalulintas serta lancar, hal ini juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, juga meningkatkan disiplin serta kepatuhan hukum dalam menggunakan Kendaraan, masyarakat dalam berlalu lintas juga di tuntut untuk patuh jangan melanggar hukum.
” Operasi Patuh kalimaya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian republik Indonesia, operasi ini sangat bermanfaat untuk memberikan pesan kepada masyarakat agar tertib dan berdisiplin berlalulintas terutama pengedara motor yang saat ini mendominasi korban kecelakaan yang meninggal karena tidak menggunakan helm dan anak yang masih dibawah umur” paparnya
Lebih lanjut Kapolres mengimbau, kepada masyarakat agar tertib berlalulintas dan selalu membawa surat-surat kendaraan. Oleh sebab itu, Kapolres berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin patuh dan tertib dalam berlalulintas.
” Dihimbau kepada masyarakat agar melengkapi diri ketika berkendara sesuai aturan dan cara berkendara agar keselamatan orang lain dan dirisendiri terjamin” tandasnya.
Sementara Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rofhaldi Prayitno menambahkan, karena operasi ini merupakan operasi patuh maka setiap pengendara yang melanggar langsung diberikan sanksi.
” Karena ini operasi patuh jadi semua pelanggaran kami tindak, operasi ini dilaksanakan mulai dari tanggal 29 Agustus sampai 11 September mendatang, dengan titik lokasi yang berbeda” Pungkasnya.

Bentuk perhatian Kepada Anggota, Kapolres Jenguk Anggotanya Yang Sedang Sakit

Kapolres Pandeglang Polda Banten AKBP Indra Lutrianto Amstono dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan murah hati. Hal tersebut terlihat saat dirinya menyempatkan diri untuk menjenguk personelnya Briptu Rizki (Personil Satuan Binmas Polres Pandeglang) yang saat ini tengah melawan dari sakit Tumor yang diderita-nya. Briptu Rizki saat ini sedang di rawat dirumah Sakit Keramata Jati Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Indra Lutrianto Amstono Kapolres Pandeglang, memberikan motivasi dan tidak lupa mendoakan agar Briptu Rizki, segera diberikan kesembuhan dan kesehatan.
” Dokter yang mengawasi adalah Dokter ahli paru, ahli bedah dan ahli penyakit dalam, dan agar cepat sembuh serta dapat beraktifitas kembali di Polres Pandeglang ” kata Kapolres.
Selain itu, Kapolres Pandeglang juga menyampaikan perhatian dan nasihat kepada keluarganya agar bersabar.
” Selain sebagai wujud rasa kebersamaan dan kepedulian pimpinan, juga untuk memberikan dukungan moril terhadap personel dan keluarganya, semoga keluarganya di berikan kesabaran dan kekuatan dalam mengahadapi ujian dan cobaan, terus berdoa agar yang sedang diderita sakait atau di berikan ujian segera sembuh dan di berikan jalan terbaik oleh Allah” ujarnya.
Menurutnya, jika dirinya mendengar ada anggotanya yang sedang menderita sakit, dengan penuh perhatian dan empati ia selalu datang untuk menjenguk dan memberi motifasi.
“Tentunya kita memberikan dukungan moril agar tabah dalam menjalani kondisinya, karena sesungguhnya sakit itu juga merupakan ujian dari Tuhan yang maha kuasa, dan semoga anggota yang sakit tetap semangat serta mudah-mudahan cepat diberi kesembuhan,” pungkasnya

Gelar Oprasi Pekat, Satres Narkoba Polres Pandeglang Berhasil Mengamankan 568 Botol Miras

dalam rangka mengantisipasi penyakit masyarakat di dunia malam, tim Satres Narkoba Pandeglang megelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Kalimaya 2019 di wilayah Hukum Polres Pandeglang, tepatnya di Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Kapolres Pandeglang AKBP. Indra Lutrianto Amstono, mengatakan giat ini bertujuan untuk memonitor wilayah tempat penjualan miras (Minuman Keras), agar tidak beredar lagi di kalangan masyarakat.
“Kegiatan ini untuk memonitor wilayah guna menciptakan situasi Kamtibmas, serta mencegah peredaran miras dikalangan masyarakat,”kata Indra, Jum’at (26/07/19).
AKBP Indra menjelaskan, dilokasi pertama pihaknya menemukan minuman ciu sebanyak 13 botol, Anggur Kolesom sebanyak 15 botol, Bir Anker sebanyak 3 botol, Bir Guines sebanyak 2 botol dan Minuman Ice Land sebanyak 1 botol. Dengan jumlah minuman keras yang diamankan di lokasi pertama sebanyak 34 botol.
Sementara lokasi kedua ditemukan Anggur Kolesom sebanyak 74 botol, Anggur merah sebanyak 60 botol, Bir Anker sebanyak 217 botol,  Bir Guines sebanyak 143 botol,  Anggur gingseng intisari sebanyak 24 botol, Bir Singaraja sebanyak 6 botol,  Prost Beer sebayak 8 botol,  Martel sebanyak 1 botol, Vodka sebanyak 1 botol, Dengan jumlah minuman keras yang diamankan di lokasi Kedua sebanyak 534 botol.
“Alhamdulillah, dari hasil oprasi pekat kita Berhasil mengamankan minuman keras sebanyak 568 botol. Saat ini barang bukti beserta pemiliknya diamankan di Mapolres Pandeglang, guna proses lebih lanjut,”tandasnya.

VIRAL AKSI PEMBUNUHAN SATWA YANG DI LINDUNGI, POLRES PANDEGLANG AMANKAN PELAKU

Pada hari Rabu, 24 Juli 2019 sekitar jam 17.30 wib di kp Cibuluh Rt 004 Rw 001 Desa/Kecamatan Cikeusik Kab Pandeglang tepatnya disamping rumah pelaku pada saat pelaku pulang dari sawah dengan membawa senapan angin dan kemudian melihat seekor burung yang diduga burung garuda / elang jawa yang dilindungi pemerintah, sedang hinggap disalah satu dahan pohon dan kemudian pelaku menembak burung tersebut dan burung tersebut mati.
kemudian sekitar pukul 20.00 wib pelaku melakukan foto selfi dengan objek foto burung yang sudah mati dengan dua sayap dibentangkan menggunakan kedua tangan pelaku lalu pelaku dan pelaku memasak burung tersebut dengan cara dipanggang dan dimakanya sendiri dan pada sekitar pukul 22.00 wib pelaku memfosting foto selfi dengan obyek burung tersebut ke media facebook dengan akun atas nama AZAM PANGLIMA KUMBANG dan Caption Hobiku adalah bidikan yang paling tepat “BURUNG GARUDA “.
Kegiatan pelaku melanggar Pasal 21 ayat 2 a jo pasal 40 ayat 2 Undang undang No. 5 tahun 1990 tentang koserfasi sumber daya alam Hayati dan ekosistemnya. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta.
Tindakan yang diambil oleh kepolisian Mengecek TKP, Membuatkan LP, Mengamankan terduga pelaku, Meminta keterangan Saksi-saksi, Mengamankan BB, Melaporkan kepada Pimpinan, Koordinasi dg BKSDA untuk mengidentifikasi satwa tsb apakah merupakan satwa yg dilindungi, Koord dg Bapas mengingat bahwa terduga pelaku masih dibawah umur.
Barang Bukti yang ikut diamankan Sisa bulu dan kepala burung yang diduga burung garuda /Elang Jawa, 1(satu) pucuk senapan angin merek Sharf .

PERINGATI HARI BHAYANGKARA, POLRES PANDEGLANG LAKSANAKAN UPACARA DI MAKAM KAPOLWIL PERTAMA BANTEN

Senin tanggal 01 Juli 2019, Bertempat di TPU ( Tempat Pemakaman Umum )  Ciherang Pandeglang dilaksanakan Ziarah Rombongan ke Makam Kapolwil Pertama Banten Komisaris Polisi TK 1 (anumerta) R. JOESOEF MARTADILAGA. Kegiatan tersebut di laksanakan dalam rangka Memperingati hari Bhayangkara ke 73 tahun 2019. Kegiatan Ziarah Rombongan  tersebut dipimpin oleh KOMBESPOL Drs.I NYOMAN LABHA SURADNYA, M.M (IRWASDA POLDA BANTEN).
 
Hadir dalam Upacara Ziarah rombongan tersebut KOMBESPOL ASEP NALALUDIN, SH, S.IK, M.Si (DIR INTELKAM POLDA BANTEN), KOMBESPOL OKI WASKITO, S.IK, MH (DIR BINMAS POLDA BANTEN), AKBP SONNY IRAWAN, S.IK, MH (KA SPN POLDA BANTEN), ELVIANUS LAOLI, S.IK, MH (WADANSAT BRIMOB POLDA BANTEN), M. SYAHDUDI, S.IK, M.Si (WADIR PAM OBVIT POLDA BANTEN), AKBP INDRA LUTRIANTO, SH, M.SI (KAPOLRES PANDEGLANG), AKBP KRISDIAN YULIONO (WAKA SPN POLDA BANTEN), LETKOL INF DENNY JUWON PRANATA, M.Tr Han (DANDIM 0601 PANDEGLANG), NANI KARTINI, SH (KAJARI KAB.PANDEGLANG), KH.TB HAMDI MA’ANI (KETUA MUI KAB.PANDEGLANG), ABUYA MUHTADI (TOKOH ULAMA KAB.PANDEGLANG).
 
Upacara ziarah rombongan tersebut diikuti oleh seluruh PJU Polres Pandeglang, Para Kapolsek Jajaran Polres Pandeglang, Personil Kodim 0601 Pandeglang, seluruh personil Polres dan perwakilan polsek jajaran Polres Pandeglang serta para Purnawirawan dan Warakauri.
 
Dengan adanya kegiatan ziarah rombongan tersebut Kapolres Pandeglang Polda Banten AKBP Indra Lutrianto menyampaikan bahwa kegiatan ini di laksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan salah satunya Komisaris Polisi TK 1 (anumerta) R. JOESOEF MARTADILAGA.
 
“beliau adalah sosok anggota polri yang sangat berjasa dan saya harap pada seluruh anggota Polri dapat mencontoh perjuangan beliau, banyak hal positif dari beliau yang patut menjadi tauladan bagi anggota kepolisian” pungkas Kapolres Pandeglang.

Ungkapkan rasa syukur pada hari bhayangkara ke-73, Polres pandeglang Bersihkan Lingkungan Tempat Ibadah

Dalam rangka perayaan hari Bhayangkara ke 73, personil Polres Pandeglang beserta polsek jajarannya kompak melaksanakan bakti religi dengan membersihkan lingkungan tempat ibadah di wilayahnya masing-masing.
 
Tempat ibadah yang dibersihkan oleh Personil Polres Pandeglang sendiri yakni di Masjid Agung Pandeglang. Polisi yang biasanya terlihat tegas dalam bertugaspun terlihat sangat telaten membersihkan tempat ibadah, mulai dari membersihkan halaman mesjid, kamar mandi dan membersihkan karpet untuk shalat jumat.
“Bakti sosial ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antara polri dengan umat beragama. Mudah mudahan dengan bakti sosial ini dapat menjalin sinergitas antara kita dengan tokoh agama maupun para Jemaah di tempat ibadah tersebut” kata Kapolres Pandegang Polda Banten AKBP Indra Lutrianto.
Selain jajaran Personil Polres Pandeglang, bakti sosial dengan membersihkan tempat ibadah ini juga dilakukan jajaran polsek dengan membersihkan tempat ibadah yang ada di wilayah hukum masing-masing. Selain demi menjalin sinergitas dengan tokoh agama, kegiatan ini pula di laksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh jemaah yang akan melaksanakan shalat jumat.
“Selain di mesjid agung pandeglang ini,Polsek jajaran kamipun melaksanakan bakti religi ini di wilayahnya masing-masing” tutup Kapolres Pandeglang.

NAIKKAN TARIF HINGGA LEBIH DARI 2 KALI LIPAT, POLRES PANDEGLANG TINDAK SUPIR NAKAL

Banyaknya pemudik dari luar kota menuju kampong halamannya membuat beberapa oknum supir nakal mencari kesempatan dalam kesempitan. Kenaikan tarif angkutan umum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H terjadi di kab. Pandeglang oleh beberapa oknum supir angkutan umum. Besarannya lebih dari 100 persen dari tarif normal.
Budi saputra, salah satu masyarakat pandeglang yang akan berangkat ke Jakarta untuk berbelanja kebutuhan lebaran mengatakan bahwa masih banyak oknum angkutan umum yang meminta tarif di luar kebijakan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang.
“pada hari biasa tarif angkutan umum dari pandeglang-jakarta biasanya hanya 30.000 rupiah, namun pada saat menjelang lebaran ini tarif naik menjadi 2 kali lipat berkisar antara 60.000 s/d 70.000, dan kami sebagai masyarakat merasa di rugikan dan di resahkan dengan kelakuan para supir nakal ini” ungkap Budi.
Keterangan dari salah satu penumpang yang kami temui di lain tempat lebih meresahkan. Ia menuturkan bahwa ia menumpang di angkutan umum dari Jakarta ke pandeglang, dengan tarif yang biasanya hanya 30.000 rupiah, kini menjelang lebaran ia harus membayar sampai 150.000 rupiah.
Polres Pandeglang yang melaksanakan penyelidikan langsung ke lapangan, langsung dengan sigap menindak supir-supir nakal yang meresahkan para masyarakat yang ingin menumpang angkutan umum.
Kapolres Pandeglang Polda Banten melalui Kasat Reskrim AKP dedi menerangkan bahwa seorang supir dan seorang kendek salah satu bus di pandeglang telah di amankan oleh Polres Pandeglang terkait dengan kenaikan tarif yang tidak mengikuti peraturan.
“hari ini kami mengamankan supir dan kendek salah satu bus di pandeglang, kami juga membawa beberapa penumpang sebagai saksi untuk di mintai keterangan terkait dengan kenaikan tarif tanpa mengikuti harga trayek yang sudah di tentukan” ungkap Kasat Reskrim Polres Pandeglang.
“dari beberapa penumpang yang kami bawa ke polres untuk di mintai keterangan, mereka menjelaskan sangat di rugikan Karena kelakuan oknum supir nakal ini. Setelah kami mintai keterangan mereka kami antarkan ke terminal kadubanen untuk di naikkan ke bus lain sesuai tujuannya. dan 2 orang supir beserta keneknya masih kita mintai keterangan lebih lanjut di polres pandeglang” tutup kasat reskrim.